Perintah Dasar Linux

Perintah Dasar Linux. Jika anda belum pernah menjalankan perintah dasar Linux maka anda perlu memperhatikan beberapa perintah dasar yang sering sekali dipergunakan dalam membuat sebuah server. Tetapi jika anda sudah mengetahui tentang seluk beluk perintah-perintah yang digunakan, maka anda bisa melewatkan bab ini dan melanjutkan pada bab berikutnya.
    pwd
      Fungsi perintah pwd adalah perintah yang bisa anda pergunakan untuk mengetahui dimana lokasi direktori anda berada. misalnya anda ingin mengedit/membuat sebuah file, sedangkan anda tidak tahu apakah dalam posisi sub directory yang benar atau tidak, maka pwd akan bisa membantu anda menghindari kesalahan ketika mengedit/membuat sebuah file.
      [root@srv1 etc]# pwd
      /var/named/chroot/etc
      [root@srv1 etc]#
      Terlihat saat ini anda berapa pada directory chroot (/var/named/chroot/etc). Perintah pwd akan sangat membantu anda sebelum menjalankan perintah.
        mkdir
          Jika anda ingin membuat sebuah directory, maka anda bisa menggunakan perintah ini, proses pembuatan directory hanya bisa digunakan sekali dengan sebuah nama, misalnya :
          [root@srv1 home]# mkdir data
          Setelah anda menjalankan perintah tersebut makan secara tidak langsung anda sudah berhasil membuat sebuah direktori dalam directory /home, setelah anda membuat directory anda tidak bisa membuat directory dengan nama yang sama seperti pada contoh dibawah ini
          [root@srv1 home]# mkdir data
          mkdir: cannot create directory `data': File exists
          Terlihat bahwa anda tidak bisa membuat sebuah directory. Perintah mkdir juga bisa membuat beberapa directori secara langsung, misalnya :
          [root@srv1 home]# mkdir -p data/linux/server
          [root@srv1 home]# tree
          `-- data
                `-- linux
                     `-- server
          3 directory, 0 files
          [root@srv1 home]#
          Dari perintah tersebut yaitu dengan menggunakan parameter -p anda bisa membuat beberapa directory secara bersamaan.
          mv
          Dengan perintah mv anda bisa memindah/menganti nama dari directory/file, misalnya anda ingin memindahkan file yang terdapat di /etc, anda ingin memindahnya ke directory /home maka anda bisa melakukannya dengan perintah berikut ini :
          [root@srv1 etc]# mv /etc/server.txt /home/data/
          [root@srv1 etc]# ls /home/data/
          linux server.txt
          [root@srv1 etc]#
          Tulisan yang tercetak tebal adalah contoh file yang penulis pergunakan sebagai contoh, terlihat file server.txt sebelumnya berada pada directory /etc dipindah ke directory /home. Selain digunakan untuk memindahkan file/direktori, perintah mv juga bisa dipergunakan untuk menganti nama file.
          [root@srv1 data]# ls
          linux server.txt
          [root@srv1 data]# mv server.txt linux.txt
          [root@srv1 data]# ls
          linux linux.txt
          [root@srv1 data]#
          Dengan perintah mv, file sebelumnya dengan nama server.txt diganti dengan nama linux.txt
          cd
          Digunakan untuk berpindah ke lokasi directory lain. Misalnya anda saat ini berapa di directory /home dan ingin berpindah ke directory lain, maka anda bisa menggunakan perintah ini, berikut beberapa contoh penerapan perintah cd :
          [root@srv1 server]# pwd
          /home/data/linux/server
          [root@srv1 server]# cd ..
          [root@srv1 linux]# pwd
          /home/data/linux
          Perintah dasar cd<space>. . Pergunakan untuk berpindah satu tahap directory diatasnya
          [root@srv1 linux]# cd\
          >
          [root@srv1 ~]# pwd
          /root
          perintah dasar cd\ digunakan untuk berpindah ke directory utama yaitu root. Berbeda dengan perintah hanya “cd” perintah tersebut digunakan untuk masuk pada default user.
          [user1@srv1 data]$ pwd
          /home/data
          [user1@srv1 data]$ cd
          [user1@srv1 ~]$ pwd
          /home/user1
          [user1@srv1 ~]$
          Maka dengan perintah tersebut, jika anda menggunakan user1 maka secara otomatis anda akan berapa di directory home dengan nama user anda. Apabila anda ingin masuk di direktori anda bisa mengunakan perintah dibawah ini :
           [user1@srv1 ~]$ cd /home/data/linux/server/
          [user1@srv1 server]$ pwd
          /home/data/linux/server
          [user1@srv1 server]$
          Setelah masuk pada direktori yang di inginkan, anda bisa menggunakan perintah pwd untuk
          melihat lokasi anda berada.

          touch
          Perintah ini digunakan untuk membuat sebuah file, untuk membuat file anda bisa membuatnya tidak harus dilokasi directory anda berada, tetapi anda bisa membuat file darimanapun anda berapa seperti pada contoh berikut ini :
          [root@srv1 data]# pwd
          /home/data
          [root@srv1 data]# touch data.txt
          [root@srv1 data]# ls
          data.txt linux linux.txt
          [root@srv1 data]# touch /home/data/linux/server/data.txt
          [root@srv1 data]# ls /home/data/linux/server/
          data.txt
          rmdir
          Perintah rmdir digunakan untuk menghapus directory, tetapi kekurangan perintah rmdir ini tidak bisa menghapus directory yang didalamnya masih terdapat file, coba perhatikan contoh dibawah ini :
          [root@srv1 linux]# rmdir server/
          [root@srv1 home]# rmdir data
          rmdir: data: Directory not empty
          Pada perintah pertama directory rmdir mampu menghapus directory server, tetapi pada perintah yang kedua rmdir tidak bisa menghapus directory data dengan di ikuti informasi error “rmdir : data : Directory not empty” yang artinya rmdir tidak bisa menghapus directory yang masih mempunyai file didalamnya.
          rm
          Secara default perintah rm digunakan untuk menghapus sebuah file, tetapi rm sendiri bisa menghapus directory secara manual hingga directory yang didalamnya masih memiliki file, yaitu dengan menambahkan beberapa parameter, seperti contoh berikut ini :
          [root@srv1 home]# ls
          data data.txt user1
          [root@srv1 home]# rm -fr data
          [root@srv1 home]# ls
          data.txt user1
          [root@srv1 home]#
          Kemampuanya yang multifungsi tersebut semakin membuat penguna merasa nyaman dengan menggunakan perintah rm dibandingkan dengan perintah rmdir.
          cat
          Perintah cat digunakan untuk melihat isi file tanpa harus membuka file terlebih dahulu, cat sering dipergunakan untuk melihat hasil preview sebuah file. Anda bisa mengunakan perintah ini seperti pada contoh berikut ini :
          [root@srv1 home]# cat data.txt
          pesan singkat untuk anda
          [root@srv1 home]#
          Kelemahan perintah ini jika digunakan untuk preview isi file yang memiliki banyak tulisan, sebab cat akan melakukan review semua isi file hingga isi paling dibawah, sehingga jika digunakan untuk mengkoreksi hasil tulisan akan mengalami kendala sebab pengguna akan kesulitan dalam melihat isi file paling atas.
          more
          Perintah more memiliki kesamaan fungsi dengan perintah cat, yang membedakannya hanyalah dari segi revies isi file. Jika anda menggunakan more maka anda bisa melihat isi file secara bertahap sehingga perintah more terkadang lebih banyak digunakan dari pada perintah cat.


           

          0 Komentar